ETIKA BERDISKUSI (WORLD ASSEMBLY OF MOSLEM YOUTH)

  Oleh : IMMawan M. Salma Abdul Aziz

                Diskusi merupakan suatu hal dasar dalam kehidupan. Denganya orang-orang dapat menguraikan masalah melalui sebuah dialog yg minimal dilakukan oleh 2 orang. Diskusi memiliki esensi yg luar biasa, karenanya kita bisa menemukan kesepakatan-kesepakatn baru, ilmu-ilmu baru bahkan kawan pun bisa didapat dengan diskusi.dalam qur’an pun banyak terjadi diskusi, contoh ketika nabi musa ingin melihat wajah Allah. Tapi kadang dsikusi bisa menjadi tidak menyenangkan bila pesertanya tidak mengikuti etika yg baik. Perselisihan pendapat bisa memicu emosi bagi mereka yg tidak paham betul etika dalam diskusi.

Rasulullah pun ketika berdiskusi dengan sahabatnya dia melakukanya dengan senyum dan berbicara dengan lembut. Ketika sorang badui mendatangi rasul dan meminta sesuatu, rasul memberinya dan badui itu tidak mengucapkan terimakasih, sahabt pun marah dan ingin memukul orang itu, tapi rasul menahanya dan member sesuatu lagi pada badui itu dan dia berterimakasih. Nabipun berkata padanya ‘kau tadi melakukan sesuatu yg membuat marah sahabtku, jika kamu tidak keberatan katakanlah rasa terimakasihmu barusan didepan mereka agar mereka tidak jadi marah padamu. Badui itu pun mengiyakan. Itulah salah satu dari banyak contoh diskusi yg baik dari rasul.

Hal penting dalam diskusi yg harus diketahui adalah dalam menyikapi perbedaan pendapat kita harus melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah ushuliyah (mendasar) maupun masalah furu’iyah, sekaligus menetapkan skala prioritas kepentinganya. Dengan demikian perbedaan dalam masalah-masalah sektoral tidak sampai menghancurkan kesepakatan atas masalah-masalah yg bersifat globa dan fundamental. Jangan sampai pula perselisihan pendapat dalam masalah sunnah menyebabkan terbengkalinya yg wajib.

Masih banyak hal-hal lain yg harus diperhatikan dalam buku ini, dan semuanya bermanfaat dalam pencarian mufakat jika di praktikan. Pertama kita harus meluruskan niat untuk apa kita berdiskusi, melihat situasi yg kondusif, memperhatikan sifat-sifat peserta diskusi, dominasi dalam pembicaraan, menjadi pendengar yg baik, memperhatikan diri sendiri sudah betulkah kita berbicara, kejelasan penyampaian kita pun penting, karena apabila maksud kita baik tapi penjelasan kita kurang, bisa jadi pendengar akan tidak paham dengan maksud kita, hal itu tentu fatal. Penggunaan ilustrasi juga membantu dalam penjelasan yg dilakukan.

Memulai diskusi dengan memperhatikan titik-titik persamaan merupakan cara  yg baik agar membuat peserta lain lebih senang mendengar kita. Dalam menutup diskusi kita juga gunakan kata-kata yg bagus pula, dan dalam diskusi jangan sampai malu jika anda tidak tahu, katakana saja “saya tidak tahu”. Tidak fanatic dan akuilah kesalahan yg kau buat dalam forum akan membuat diskusi berjalan lebih lancar.  Banyak hall an pula yg perlu juga diingat saat diskusi: jujur dan kembali ke sumber rujukan argument, memperhatikan pemikiran dan pemilik pemikiran, menyerang dan mematahkan lawan, perbedaan pendapat, menjaga emosi, volume suara. Hal-hal tersebut jka dilakukan akan membuat diskusi menjadi kondusif dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s